Selasa, 08 Oktober 2013

Moral dan Etika dalam Berwirausaha Bisnis

Posted by Jefri Bisgo Kurniawan on 07.54



Etika dalam organisasi muncul dari hubungan antara organisasi dengan pihak eksternal dan Etika dalam organisasi muncul dari hubungan antara organisasi dengan pihak eksternal dan internal. hubungan organisasi dengan karyawannya menghasilkan standar perilaku tertentu yang dianggap etis.sebagai contoh dalam pengajian karyawan tidak etis apabila memberi kan upah dibawah UMP (upah minimum nasional).
Hubungan karyawan dengan organisasi mencakup beberapa isu, seperti konplik kepentingan,kejujuran.dan menjaga kerahasiaan organisasi.sebagai contoh ketika karyawan pindah kerja ke perusahaan pesaing.dia akan menghadapi pilihan apakah akan menceritakan rahasia perusahaan sebelumnya atau tidak.organisasi juga dituntut untuk berprilaku etis terhadap lingkungan eksternal.lingkungan eksternal organisasi bisa terdiri dari stakeholder,lingkungan,maupun ke makmuran masyarakat pada umumnya.untuk stakeholders, sebagai contoh, organisasi harus mempunyai laporan keuangan yang tidak menyesatkan kepada pemegang saham.otoritas pasar modal seperti bapepam berkepentingan terhadap praktek perdagangan yang bersih.karena itu kasus seperti penipuan pengunaan dana dari penjualan saham tidak sesuai dengan yang dijanjikan oleh propesektus. isu lain yang akan berkembang adalah isu kerusakan lingkungan sebagai akibat pertumbuhan ekonomi.pada umumnya kerusakan seperti ini akan dalam analisis bisnis dan menjadi tanggung jawab luar.masyarakat dalam hal ini akan menanggung akibatnya.memasukan biaya kerusakan lingkungan sering disebut sebagai intenalisasi analisi ekonomi.sama halnya dengan bisnis yang sumbernya alam seperti hutan atau pertambangan lainnya.pembangunan yang juga memperhitungkan usaha pebaruan sumber daya yang dipakai sering disebut sebagai sustainable development.bisnis juga mampunyai tugas memajukan kemakmuran masyarakat pada umumnya.



            Memasuki era perdagangan  bebas maka  batas dunia semakin kabur . Hal ini jelas membuat semua  kegiatan saloing berpacu satu sama lain untuk mendapatkan kesempatan  dan keuntungan.  Orang sering menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kesempatan dan keuntungan tersebut tanpa mengindahkan adanya pihak yang dirugikan ataupu tidak.   Kondisi seperti   ini membuat para wirausahawan bisnis  akan semakin berpacu dengan waktu  serta negara negara lainnya  agar terwujud suatu tatanan perekonimian yang saling menguntungkan . inilah yang menjadi tantangan bagi wirausahawan bisnis kita.
            Moral sangat erat kaitannya dengan agama dan budaya , artinya kaidah kaidah dari moral para  wirausaha bisnis sangat  dipengaruhi ajaran serta budaya yang dimiliki oleh  para wirausahawan bisnis sendiri . Moral lahir  dari orang yang memiliki dan mengetahui ajaran agama dan budaya.  Agama telah mengatur seseorang dalam melakukan hubungan dengan orang  sehingga dapat dinyatakan  bahwa orang yang mendasarkan bisnisnya pada agama akan  memiliki  moral yang terpuji dalam melakukan bisnis.  Berdasarkan ini sebenarnya moral dalam  berwirausaha bisnis tak akan bisa ditentukan  dalam bentuk suatu peraturan yang ditentukan oleh  pihak pihak tertentu. Moral harus tumbuh  dari diri seorang  dengan  pengetahahuan ajaran  agama dan budaya yang dianut  dan dimiliki harus dapat diaplikasikan  dalam kehidupan sehari hari.




Jadi, Moral merupakan suatu yang terpuji  dan pasti  memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Misalnya dalam melakukan transaksi, jika dilakukan dengan jujur dan konsekuen, jelas kedua belah pihak akan merasa puas dan  memperoleh kepercayaan satu sama lain , yang pada akhirnya akan  terjalin kerjasama  yang erat saling menguntungkan.  Moral dan bisnis perlu terus ada agar  terdapat dunia bisnis  yang benar  benar menjamin tingkat kepuasa, baik pada konsumen maupun produsen.
1.       Etika dalam Berwirausaha Bisnis
            Apabila moral merupakan sesuatu yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan , etika bertindak Sebagai rambu rambu yang merupakan  dalam suatu kelompok . Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika yang  menjamin kegiatan  bisnis yang seimbang, selaras, dan serasi.
            Etika sebagai rambu rambu dalam  suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya  kepada suatu tindakan yang terpuji yang harus Selalu dipatuhi dan dilaksanakan .Etika dalam bisnis sudah tentu harus disepakati  oleh  orang orang yang berada dalam  kelompok bisnis  serta  kelompok  yang terkait lainnya.
            Dunia bisnis, tidak hanya menyangkut hubungan antara  pengusaha dan pengusaha  , tetapi  mempunyai  kaitan  secara nasional dan internasional.  Tentu dalam hal ini, untuk mewujudkan etika  dalam berbisnis perlu pembicaraan  yang transparan antara semua pihak, baik pengusaha ,pemerintah, masyarakat, maupun bangsa lain agar tidak satu pihak saja  yang menjalankan etika  sementara pihak  lain berpijak kepada apa yang mereka inginkan.
            Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat sekarang ini sudah dirasakan dan sangat  diharapkan  semua pihak apalagi dengan  semakin pesatnya  perkembangan globalisasi di muka bimi ini .  dalam menciptakan  etika berwirausaha bisnis , ada beberapa  hal berikut ini yang perlu di perhatikan.

a.      Pengendalian diri.  Pelaku pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing masing  untuk tidak  memperoleh apapun  dari siapapun  dan dalam bentuk apapun.
b.      Pengembangan Tanggung Jawab social.
c.       Mempertahankan jati diri dan tidak mudah terombang ambing oleh pesatnya perkembangan Ilmu informasi dan teknologi.
d.      Menciptakan persaingan yang sehat.
e.       Menerapakan konsep  pembangunan berkelanjutan.  Dunia Bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat  sekarang,  tetapi perlu memikirkan bagaimana  dengan keadaan dimasa datang . Berdasarkan hal ini, jelas wirausaha  bisnis dituntut untuk tidak  mengeksploitasi lingkungan  dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin  tanpa mempertimbangkan lingkungan  dan keadaan  dimasa  yang akan datang walaupun saat sekarang
f.        Menghindari sifat 5k ( katabelece,kongkalikong, koneksi, kolusi, dan komisi)
g.      Mampu menyatakan yang benar itu benar.
h.      Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan  pengusaha kuat dan  golongan pengusaha ke bawah.
i.        Konsekuen dan  konsisten dengan aturan main yang  telah disepakati bersama.
j.        Menumbuhkembangkan kesadaran  dan rasa memiliki  terhadap apa yang telah disepakati.
k.      Perlu adanya  sebagian etika wirausahawan bisnis  Yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang undangan.

Sumber :
    Sumber : Kewirausahawan,  Unhalu Press

0 comments:

Posting Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin

Search Site

 
  • Blogroll

  • Consectetuer

  • Popular

  • Comments